Berita > Seputar TKI
KBRI Kuala Lumpur Akan Kembali Buka Layanan Mulai 12 Juli 2021
09 Jul 2021 21:12:39 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 406
Ket: Dubes Hermono
Foto: FP KBRI KL
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Setelah menutup layanan selama sekitar satu bulan karena kebijakan Pemerintah Malaysia memberlakukan lockdown (PKP) terkait wabah covid-19, KBRI Kuala Lumpur akan kembali membuka layanan mulai Senin, 12 Juli 2021.

Hal tersebut disampaikan Duta Besar RI di Malaysia, Hermono ketika melakukan siaran langsung melalui akun Facebook KBRI, Indonesian Embassy Kuala Lumpur, Kamis (8/7/2021).

Dubes Hermono menjelaskan, pelayanan yang akan diberikan KBRI mulai Senin besok, yaitu pelayanan penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) dan pembaruan paspor bagi pemohon yang telah mendapatkan jadwal layanan pada bulan Juni 2021.

“Teman-teman yang sudah mempunyai STO (sistem temu janji oline, Red) pada bulan Juni, akan dilayani pada bulan Juli ini karena pada bulan Juni kemarin kita tutup. Teman-teman akan diberikan jadwal baru. Jadi, teman-teman silakan datang sesuai dengan jadawal barunya,” kata Dubes Hermono.

Lebih lanjut Hermono menjelaskan, bagi pemohon yang mempunyai STO di bulan Juni tapi belum mendapatkan pemberitahuan tentang jadwal baru, bisa langsung menanyakan ke KBRI atau melalui email imigrasi@kbrikualalumpur.org.

“Mohon ini diperhatikan, ya. Pihak security tidak akan mengizinkan masuk pemohon yang tidak bisa menunjukkan jadwal barunya,” jelas Hermono.

Untuk proses pembaruan paspor, Hermono mengatakan bahwa KBRI Kuala Lumpur juga akan melayani pemohon yang jadwal layanannya memang jatuh pada hari Senin (12/7).

Meski demikian, yang akan diutamakan adalah pemohon pembaruan paspor yang permit kerjanya akan habis berlaku pada bulan Juli ini.

Selanjutnya, yang akan diberikan kemudahan layanan mulai Senin besok adalah WNI sakit dan ibu-ibu hamil yang akan pulang ke Indonesia.

Terkait layanan KBRI soal WNI sakit dan ibu hamil ini, Hermono berpesan dan meminta kerja sama seluruh WNI di Malaysia agar tidak egois dan mementingkan diri sendiri.

“Tolong kerja sama teman-teman semua, jangan egois dan hanya mementingkan diri sendiri. Kita utamakan teman-teman yang memang betul-betul mendesak untuk pulang ke Indonesia,” tegas Hermono.

(FK/, 09/07)
Universitas Terbuka Riyadh
-